opini di bidang sektor informal
wah yang ini sich bisa panjang kalau diceritain…
sebagian besar orang masih ada di sektor ini contohnya teman saya Christ Satryo yang berkeinginan
menjadi pengusaha "C I M O L" setelah lulus S2. Jika dilihat bisnis ini cukup menguntungkan
karena CIMOL yang sedang naik daun dan banyak diminati dari anak sekolah sampai mahasiswa (gimana
bangsa indonesia bisa pinter kalau makannya kaya gini ya…??? ) tapi itulah kenyataannya. ini
lah alasan teman saya itu ingin menjadi pengusaha CIMOL, masuk akal dan bisa diterima.
dengan modal yang tidak banyak orang bisa mulai berbisnis ini ( jualannya di depan kampus
gunadarma depok kali ya christ…? ) selain itu banyaknya orang dibisnis ini adalah sumber daya
manusia yang kurang dan tidak mampu bersaing karena tingkat pendidikan dan lapangan kerja yang
minim. tapi mereka ini lah yang menggerakan roda ekonomi indonesia tanpa mereka mungkin tidak ada
lagi yang perduli akan produk dalam negri. karena semua orang selalu ingin globalisasi tanpa
melihat ke dalam negri. mereka lah yang menjadi sendi-sendi ekonomi negara karena jumlahnya yang
dominan di dalam negri, pertanyaan ketiga untuk bapak presiden kita adalah bagaimana
mensejahterakan mereka yang merupakan tiang utama negara baik dari segi ekonomi ataupun yang
lainnya. karena sebagian besar masyarakat indonesia ada di bisnis ini.
tolong berikan kebijakan bagi mereka, tolong tertibkan mereka karena jumlahnya yang banyak juga
menggangu pak…! bisnis retailah yang harus di perhatikan oleh pemerintah karena itu menyangkut
hajat hidup orang banyak dan menghidupi orang banyak.
banyaknya roda kecil yang berputar akan membuat roda besar berputar oleh karena itu pemerintah
agar memperhatikan roda kecil ini agar terus berputar agar dapat menggerakan roda besar.
sekian tugas dari saya pak..
mohon maaf jika ada tulisan yang tidak berkenan bagi bapak Prihantoro.
.gayudh.

